Hagia Sophia, Tempat Wisata Ikonik di Turki

Hagia Sophia, Tempat Wisata Ikonik di Turki Hagia Sophia adalah kawasan ikonik Turki yang menarik wisatawan. Bangunan akan tersedia sebagai masjid lagi.

Hagia Sophia, Tempat Wisata Ikonik di Turki

Yenigaziantep – Dahulu kala, selama Kekaisaran Bizantium, Hagia Sophia adalah sebuah gereja. Namun, setelah ditaklukkan oleh Utsmaniyah (Kekaisaran Utsmaniyah), bangunan tersebut diubah menjadi masjid. Sekarang Republik Turki yang sekuler telah mengubah Hagia Sophia menjadi museum hingga hari ini.

Baca Juga : Menariknya Wisata Galata Bridge | Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah membuktikan bahwa penggunaan Hagia Sophia sebagai masjid dapat dipulihkan. Erdogan membuktikan bahwa memilih bangunan bersejarah sebagai museum adalah keputusan yang salah.

“Hagia Sophia bukan museum. Anda bisa mencabut status Anda. Anda bisa membuktikan bahwa Hagia Sophia adalah masjid. Siapa pun yang mengunjungi Hagia Sophia bisa mengunjungi masjid,” kata Erdogan di sawah.

Alasan Erdogan untuk membuktikan alasan perubahan status Hagia Sophia sedikit politis. Saat itu, dirinya tengah mengumpulkan perlindungan partainya saat menghadapi pemilihan kepala daerah pada 31 Maret 2019. Perdana Menteri Erdogan juga membuktikan bahwa dia bisa membahas rencana untuk mengubah status Hagia Sophia setelah pemilihan.

Baca Juga : Pantai Cenang Malaysia yang Wajib Dikunjungi

Sejauh ini, belum ada kabar kelanjutan rencana konversi Hagia Sophia menjadi masjid. Akibat kegiatan keagamaan di wilayah tersebut, seperti shalat berjamaah dan pembacaan Alquran, umat Islam dan Kristen kerap bentrok. Belum lama ini, di bulan Maret, ada video di YouTube di mana dua orang yang berdiri di Hagia Sophia sedang mengumandangkan adzan.

Gereja telah menjadi pusat Konstantinopel, yang sekarang menjadi Istanbul. Ketika Konstantinopel ditaklukkan oleh Sultan Mehmed II terhadap 27 Mei 1453 dan memasuki kota, Mehmed II turun berasal dari kudanya dan pergi ke Gereja Hagia Sophia untuk mengubahnya jadi masjid yang dikenal sebagai Hagia Sophia.

Pada masa pemerintahan Kesultanan Turki, masjid ini mengalami beberapa kali modifikasi agar sesuai dengan ciri khas masjid, terutama dari segi gaya dan model bangunan. Salah satunya adalah mengganti tanda silang di bagian atas kubah dengan hiasan bulan sabit.

Selama hampir 500 tahun, Hagia Sophia telah berfungsi sebagai masjid. Banyak ornamen Kristen telah dihapus atau dihilangkan, tetapi masih ada mosaik Yesus dan Perawan Maria yang terpelihara dengan baik hingga hari ini.

Saat itu, proyek renovasi Hagia Sophia dimulai lagi dengan pengikisan dinding dan langit-langit dari cat kaligrafi hingga ditemukannya lukisan-lukisan suci Kristiani.

Hingga saat ini, Hagia Sophia telah menjadi salah satu tempat wisata paling populer di Istanbul. Lokasinya berseberangan dengan Masjid Sultan Ahmed, yang juga dikenal sebagai Masjid Biru.