Keindahan Basilica Cistern, Istana Tenggelam di Bawah Tanah

Keindahan Basilica Cistern, Istana Tenggelam di Bawah Tanah Bagi orang Turki, area menakjubkan pada foto di atas dikenal dengan nama Jerevatan Sarnichi. Tetapi untuk seluruh dunia, ini adalah Basilica Cistern. Struktur bawah tanah ini adalah salah satu peninggalan arsitektur bernilai tinggi yang membanggakan di Turki.

Keindahan Basilica Cistern, Istana Tenggelam di Bawah Tanah

Yenigaziantep – Beberapa menyebutnya basilika atau istana yang tenggelam, tetapi pada kenyataannya tangki basilika adalah reservoir besar di istana Bizantium. Terletak di kota bawah tanah Istanbul. Sebagian besar bangunan ini sebenarnya berada di bawah tanah, sehingga terlihat sederhana dari luar.

Baca Juga : Hagia Sophia, Tempat Wisata Ikonik di Turki

Daya tarik utama Basilica Cistern adalah 336 kolom marmer yang menopang strukturnya. Beberapa pilar diukir dengan kepala Medusa, ngarai bengkok. Lantai selamanya dibanjiri dan dihuni oleh ikan mas. Anggota samping berfungsi sebagai kafe bagi wisatawan.

Basilica Cistern didirikan atas perintah Kaisar Constantine dan diperluas pada masa Kaisar Justinian. Sebelum digunakan sebagai cadangan air bersih untuk istana, bangunan ini berfungsi sebagai area konferensi dan pusat seni yang berukuran sama dengan dua lapangan sepak bola. Itu didirikan atas perintah Kaisar Justinian. Maka Justinian mengadakan pertemuan dengan para pejabatnya untuk membahas masalah hukum dan komersial.

Baca Juga : Pantai Cenang Malaysia yang Wajib Dikunjungi

Setelah itu, Kaisar Justinianus memerintahkan renovasi Tangki Basilika untuk waduk istana dan bangunan lain di sekitarnya. Saat itu, Basilica Cistern mampu menampung hingga 100.000 ton air bersih. Bahkan setelah Kekaisaran Ottoman memerintah Turki, Basilica Cistern terus memasok air bersih ke Istana Topkapi.

Basilica Cistern ditemukan ulang oleh sejarawan Petrus Gillius terhadap th. 1545, kala Istanbul tetap menjadi anggota berasal dari Konstantinopel. Namun, daerah itu dipenuhi sampah, mayat, dan lumpur, sehingga tidak layak dikunjungi selama beberapa dekade mendatang.